Kamis, 25 September 2014

Cara Sharing Data melalui LAN


Cara sharing data salah satunya dengan melalui LAN (Local Area Network). Pertama-tama yang dilakukan adalah mengaktifkan dahulu komputer atau laptop yang akan digunakan. Kemudian klik start windows yang berada pada ujung kiri layar. Lalu pilih dan klik control panel sengga akan muncul gambar seperti ini:
Pilih network and internet kemudian diklik. Jika sudah, lalu pilih dalam beberapa pilihan yaitu network and sharing center, sehingga akan muncul gambar page seperti dibawah ini:

Selanjutnya pilih dan klik change advanced sharing settings dan akan muncul pilihan-pilihan yang akan dirubah.
Yang akan kita rubah adalah hanya password protected sharing saja. Awalnya password protected sharing dalam keadaan turn on, lalu dirubah turn off. Kemudian save changes.

PENGARUH MORFOLOGI MARTENSIT TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJABERFASA GANDA


Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2009-03-03 18:45:46
Oleh : ALEXANDER SANTOSO PARDOSI (NIM 13703039), S1 - Material Engineering Study Programme
Dibuat : 2008, dengan 9 file

Keyword : Baja Berfasa Ganda, Subcritical Annealing, Intercritical Annealing, isolated martensite, network martensite
Distribusi fasa ferit dan martensit pada baja berfasa ganda memiliki faktor penting terhadap peningkatan kekuatan baja berfasa ganda. Fasa martensit dapat membentuk pulau-pulau martensit di dalam lautan ferit (Isolated Martensite) dan dapat pula terdistribusi mengelilingi permukaan butir ferit (Network Martensite). Variasi regangan tarik dan penahanan temperatur pada tahap subcritical annealing diberikan pada spesimen baja 0,179%C-1,199%Mn hasil hot-rolled yang diikuti dengan tahapan intercritical annealing menghasilkan baja berfasa ganda dengan morfologi isolated martensite. Sementara tahapan intercritical annealing langsung pada spesimen yang sama dapat menghasilkan morfologi network martensite. Kedua proses intercritical annealing dilakukan dengan laju pemanasan yang konstan.
Hasil pengujian tarik pada kedua morfologi baja berfasa ganda tersebut menunjukkan terjadi peningkatan kekuatan tarik dari 494 MPa menjadi 885 MPa untuk baja berfasa ganda dengan morfologi isolated martensite dan 992 MPa untuk morfologi network martensite. Morfologi network martensite memiliki elongasi total 14,3% dan isolated martensite dengan elongasi total 12,5%. Penguatan yang terjadi sepanjang batas butir ferit pada baja berfasa ganda dengan morfologi network martensite berperan penting terhadap kekuatan dan keuletan yang dihasilkan.

RANCANG PADUAN BAJA TAHAN KARAT DUPLEKS DARI BAHAN BAKU FERONIKEL


Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2008-04-16 10:36:48
Oleh : RUDYANTO SIHOTANG (NIM 12103057), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2008, dengan 8 file

Keyword : Baja Tahan Karat Dupleks, Diagram Schaeffler, Ferit, Austenit, Sigma
Kebutuhan industri untuk pemakaian baja tahan karat semakin meningkat akhir-akhir ini. Salah satu jenisbaja tahan karat yang menarik untuk diteliti dan dikembangkan adalah baja tahan karat dupleks. Bajatahan karat dupleks merupakan jenis baja tahan tahan karat yang memiliki dua fasa yaitu ferit dan austenit.





Diperlukan ilmu metalurgi yang cermat untuk dapat merancang baja tahan karat dupleks. Dalam hal ini digunakan diagram Schaeffler sebagai diagram perancangan untuk membuat jenis baja ini. Informasi mengenai pengaruh unsur-unsur pemadu terhadap perubahan fraksi volume fasa ferit dan austenit akan sangat berguna untuk disain pembuatan baja tahan karat dalam penggunaan skala industri. Perlakuan panas isotermal dan anisotermal juga dilakukan pada temperatur 400oC, 600oC, 800oC dengan waktu penahanan 1, 3, dan 6 jam untuk mempelajari tingkat perubahan struktur mikro paduan as cast dan untuk mengidentifikasi fasa sigma (fasa merugikan) yang muncul pada paduan.

MENENTUKAN SIFAT ELASTISITAS SUATU BAHAN DENGAN EKSPERIMEN DAN SIMULASI MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN DELPHI 7.0

 Master Theses from JBPTITBPP / 2010-03-11 10:21:33
Oleh : HALIMATANG (NIM: 20207064), S2 - Physics Teaching
Dibuat : 2009, dengan 7 file

Keyword : Elastisitas, Eksperimen, Simulasi, Delphi
Pembelajaran fisika di sekolah bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berfikir analisis induktif dan deduktif dengan menggunakan konsep dan prinsip fisika untuk menjelaskan berbagai peristiwa alam dan menyelesaikan masalah, baik secara kualitatif maupun kuantitatif serta dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap percaya diri. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu adanya metode pembelajaran yang dapat mengembangkan potensi diri siswa. Salah satu metode pembelajaran yang dapat diterapkan adalah metode eksperimen. Namun kesulitan yang muncul adalah alat-alat eksperimen yang dibutuhkan belum memadai terutama pada sekolah yang ada di daerah. Untuk mengatasi kesulitan ini maka dibutuhkan metode pembelajaran eksperimen non laboratorium, yaitu melalui simulasi yang dirancang dengan menggunakan bahasa pemrograman tertentu. Pada karya tulis ini, dirumuskan masalah bagaimana merancang simulasi eksperimen untuk menentukan sifat elastisitas suatu bahan dengan menggunakan bahasa pemrograman Delphi 7.0 melalui data dan susunan alat eksperimen yang ada. Oleh karena itu tujuan yang hendak dicapai pada karya tulis ini adalah membuat simulasi eksperimen untuk menentukan sifat elastisitas suatu bahan, sehingga siswa dapat melakukan eksperimen melalui komputer. Simulasi eksperimen yang telah dibuat dapat menentukan sifat elastisitas suatu bahan, diantaranya kuningan, stainlees, baja, aluminium dan tembaga. Hasil yang diperoleh dalam menentukan sifat elastisitas bahan-bahan tersebut hampir sama dengan literatur.

Selasa, 16 September 2014

ANALISA SISTEM PERPINDAHAN PANAS RADIATOR PADA KENDARAAN 4 SILINDER 2446 CC DIESEL

Created by :
HARIMURTI K ( 2198030004 )



SubjectPanas - konveksi
Alt. Subject Heat--convection
Keywordpenginjeksian bahan bakar
radiator
sistem pendinginan
water jacket

Description:

Performance dari suatu mesin tergantung pada bahan bakar yang digunakan, sistem penginjeksian bahan bakar, dan sistem pendinginan. Kenaikan temperatur yang terjadi pada suatu mesin berpengaruh dalam radiator. Kenaikan temperatur dinding silinder yang berlebihan akan merusak material dinding tersebut sehingga perlu dilakukan usaha pencegahan. Pendinginan harus dilakukan secara tepat untuk menghindari hal-hal yang bersifat merugikan mesin kendaraan. Proses pendinginan pada mesin Toyota kijang diesel dilakukan dengan radiator, yang berfungsi untuk mendinginkan air yang menjadi panas setelah beredar dalam water jacket pada mesin. Dalam analisa sistem perpindahan panas radiator ini didapatkan laju aliran air pendingin tiap tube sebesar 10, 7. 1 (J3 kg/s, temperatur udara keluar dari radiator 52,09 'C, koefisien perpindahan panas totaf 326,8 W/m2K dan luas perpindahan panas 1.509 M2, sehingga diperoleh dimensi radiator.
Contributor:
  1. Ir. Syamsul Hadi, MT.
Date Create:31/05/2010
Type:Text
Format:pdf.
Language:Indonesian
Identifier:ITS-NonDegree-3100003018261
Collection ID:3100003018261
Call Number:RSM 621.402 2 Har a

ANALISIS PENDINGINAN RADIATOR TRAFO DI PLTU GRESIK

Created by :
Djatmiko, Gatot ( 2822401221 )



SubjectElectric Transformers
Alt. Subject Transformator Elektronis
KeywordTransformer radiator

Description:

Salah satu cara yang dipergunakan untuk mengamati kondisi operasi trafo yang ada di PLTU Gresik adalah dengan cara mengamati unjuk-kerja radiator, yang merupakan peralatan sekunder trafo. Karena peraraltan ini berfungsi untuk menurunkan beban panas pada trafo, maka radiator trafo perlu mendapatkan perhatian. Dalam Tugas Akhir ini dibahas mengenai kemampuan pendinginan yang terjadi pada radiator trafo, yaitu dengan menganali sa seberapa besar beban panas oli yang dapat dikurangi atau dibebaskan setelah oli trafo ( fluida pendingin trafo ) melewati radiator. Komputer dalam hal ini digunakan sebagai sarana bantu untuk mendapatkan penyelesaian analisis numerik dari formulasi matematis yang dipakai, sehingga akan dapat diketahui besarnya laju pembebasan panas yang mampu dilakukan oleh sistim radiator tersebut.

Contributor:
  1. Ir. Suwarso, MSc.
  2. Ir. Harsoyono
Date Create:27/11/2013
Type:Text
Format:pdf
Language:Indonesian
Identifier:ITS-Undergraduate-24001130003653
Collection ID:24001130003653
Call Number:RSF 621.314 Dja a

STUDI EKSPERIMENTAL UJI UNJUK KERJA RADIATOR SEPEDA MOTOR ( STUDI KASUS YAMAHA JUPITER MX)

Created by :
WAHYUDI, DURAJAD ( 2105100082 )



SubjectRadiator
Sepeda Motor
Alt. Subject Radiators
Yamaha motorcycle -- Radiators
Keywordradiator sepeda motor
flat tube rounded edges
Yamaha Jupiter MX 135LC
SNI 09-0605-1989

Description:

Radiator adalah penukar panas yang didesain untuk memindahkan energi panas dari air pendingin mesin otomotif ke udara. Radiator pada otomotif khususnya sepeda motor dewasa ini banyak diaplikasikan, karena kemampuannya menjamin suhu ruang bakar lebih efektif daripada dengan pendinginan udara langsung sehingga dapat meningkatkan performa mesin. Akan tetapi informasi yang tersedia mengenai unjuk kerja radiator dewasa ini masih belum banyak tersedia, maka perlu dilakukan pengujian secara langsung pada salah satu sampel sepeda motor berpendingin liquid, dalam kasus ini Yamaha Jupiter MX 135LC. Pengujian ini dilakukan dengan berbagai perubahan yang merujuk pada standar SNI 09-0605-1989 untuk mengetahui unjuk kerja radiator pada sepeda motor dalam fungsinya sebagai alat penukar panas. Radiator pada pengujian ini tersusun atas �flat tube rounded edges� horisontal sebanyak 12 buah dilengkapi dengan sirip �louver�, area kisi-kisi pendingin (core) dengan lebar 180 mm x tinggi 130 mm. Pengujian dilakukan dengan memvariasikan kecepatan aliran udara dalam terowongan angin sebesar 14 m/s, 19 m/s, 24 m/s, 29 m/s, 34 m/s, dan 39 m/s serta debit air panas yang dipompa masuk ke dalam tabung radiator sebesar 8 lph, 10 lph, 12 lph, 14 lph, 16 lph, dan 18 lph pada suhu konstan 80�C. Dari pengujian ini didapatkan laju perpindahan panas maksimum sebesar 450,74 W dan koefisien perpindahan panas konveksi maksimum sebesar 21,47 W/m2.K pada debit air 18 lph dengan kecepatan udara 39 m/s, serta efektivness maksimum pada debit air 8 lph dengan kecepatan udara 39 m/s. 
Contributor:
  1. IR. BUDI UTOMO KUKUH WIDODO, M.E.
Date Create:28/01/2010
Type:Text
Format:pdf
Language:Indonesian
Identifier:ITS-Undergraduate-3100010038284
Collection ID:3100010038284
Call Number:RSM 629.227 5 Wah s





CARA MEMPERHARUI TATA LETAK

Cara memperbaharui tata letak. yaitu pertama-tama membuka website www.blogspot.com . kemudian login dengan mengisi apa yang terdapat pada page yaitu mengisi email dan kata sandi. selanjutnya page akan menampilkan dasbor pada blog. pada sisi kanan dasbor terdapat beberapa pilihan seperti  ikhtisar, ps, laman, komentar, google, statistik, kampanye, tata letak, template, setelan.
Kemudian, klik tata letak pada sisi kanan dassbor. lalu akan terlihat gambar seperti ini :











kilk setelan yang ingin diedit.
Jika favicon maka unggah ikon favorit khusus dan Pilih file favicon. Gunakan gambar bujur sangkar yang kurang dari 100 KB, lalu jika sudah mengunggah file klik simpan.
Jika navbar yaitu dengan memilih beberapa tema konvigurasi navbar, lalu klik simpan.
Jika herder maka akan terdapat tampilan seperti ini.










setelah selesai mengedit lalu klik simpan.
Jika pengikut google maka ubah konfigurasi pengikut google sesuai yang diinginkan, lalu simpan.
Jika posting blog terdapat gambar seperti ini











edit sesuai yang diinginkan, lalu klik simpan.
 Jika label, ubah konfigurasi label, dalam page akan terdapat judul, tampilkan, menyortir, lalu ubah sesuai yang diinginkan serta klik simpan.
Jika konfiurasi profil yaitu mengubah opsi tampilan dapat dipublikasikan atau tidak, lalu klik simpan.
Jika ingin menambah gadget, klik saja gadget lalu pilih sesuai yang diingikan.
selanjutnya total tayangan laman dapat diklik yang berisi konfigurasi widget statistik, dan ubahlah sesuai yang diinginkan lalu simpan.
Yang terakhir adalah klik atribusi. jika ingin terdapat hak cipta, ubahlah dan klik simpan.
Jika sudah di perbaharui semua maka klik simpan setelan.